Rabu, 19 Mei 2010
ARSITEKTUR PERBANKAN
Arsitektur perbankan adalah suatu kerangka dasar sistem perbankan yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah,benttuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun kedepan.Visinya yaitu mencapai suatu system perbankan yang sehat,kuat,dan efisien guna menciptakan kestabilan system keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Enam pilar arsitektur perbankan:
- Menciptakan struktur perbankan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
-Menciptakan system pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
-Menciptakan industry perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko.
-Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan.
-Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industry perbankan yang sehat.
-Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.
Program Kegiatan Aritektur Perbankan:
1. Peningkatan kualitas pengaturan perbankan.
2. Peningkatan fungsi pengawasan.
3. Peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan.
4. Perkembangan infrastruktur perbankan.
5. Peningkatan perlindungan nasabah.
Tantangan Ke Depan Untuk Arsitektur Perbankan:
-Kapasitas pertumbuhan perbankan yang masih rendah.
-Struktur perbankan yang belum optimal.
-Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan perbankan yang dinilai masih kurang.
-Pengawasan bank yang masih perlu ditingkatkan.
-Kapabilitas perbankan yang masih lemah.
-Perlindungan nasabah yang masih harus ditingkatkan.
-Perkembangan teknologi informasi.
Selasa, 11 Mei 2010
Revisi Akuntansi Perbankan
Adalah suatu proses akuntansi bank untuk kepentingan pencatatan,penganalisaan dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak.
Laporan keuangan bank harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima secara luas.
Tujuan akuntansi perbankan ialah menyediakan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pengambilan keputusan.
Konsep Dassar Akuntansi:
1. Kesatuan akuntansi
2. Kesinambungan perusahaan
3. Periode akuntansi
4. Pengukuran dalam nilai uang
5. Harga perolehan
6. Penetapan pendapatan biaya
7. Konsistensi
8. Objektivitas
9. Materialitas
10. Konservatisme
11. Pernyataan terbuka
12. Realisasi
Sifat Dan Keterbatasan Laporan keuangan:
- Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.
- Laporan keuangan bersifat konservatif dalam mengahadapi ketidakpastian
- Adanya alternative metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulakn variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
Proses Akuntansi Bank sama dengan akuntansi umum tetapi banyak diperlukan buku pembantu untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi dalam bank.
Database dalam computer adalah database yang ada dalam bentuk suatu bank,dapat disajikan sesuai dengan kehendak manajemen.Macamnya data dan banyaknya data yang hendak disajikan harus dapat dimanipulasi oleh si pemakai database.
Akuntansi Sumber Dana
1. Giro adalah Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindah bukuan.
2 Transaksi Giro dapat dilakukan dari peristiwa setoran nasabah baik tunai maupun kliring maupun setotan dari transfer.
3 Tabungan adalah simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu waktu dikehendaki.
4 Deposito adalah simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
5 Modal pinjaman adalah pinjaman yang didukung dengan menggunakan instrument yang disebut capital notes dan mempunyai sifat modal sendiri.
- Ciri-ciri modal pinjaman:
1. Tidak dijamin oleh bank penerbit dan sifatnya dipersamakan dengan modal serta telah dibayar penuh.
2 Tidak dapat dilunasi atau ditarik atas inisiatif pemilik.
3 Mempunyai kedudukan yang sama dengan modal dalam hal jumlah kerugian bank melebihi laba ditahan dan cadangan-cadangan yang termasuk modal inti, mesikipun bank belum dilikuidasi.
4 Pembayaran bunga dapat ditangguhkan apabila bank dalam keadaan rugi atau labanya tidak mencukupi untuk membayar bunga tersebut.
6 Modal Bank adalah Hak pemilik bank kepada bank yang bersangkutan,yang merupakan modal awal saat pendirian bank yang jumlahnya telah ditetapkan dalam suatu ketentuan bank.
Akuntansi Penanaman Dana Bank
- Penanaman dana bank meliputi penanaman dana dalam alat likuid atau kas, penanaman dana pada lembaga keuangan, penanaman dana dalam bentuk perkreditan dan penanaman dana dalam akativa tetap.
- Tujuan Penanaman Dana adalah untuk memperoleh pendapatan bank melalui penciptaan aktiva produktif yang menghasilkan
- Jenis penanaman dana antara lain: remise atau pengiriman uang antar cabang dalam bentuk suatu bank, penanaman pada bank lain dalam bentuk giro, deposito berjangka , call money, deposito deposits on call, surat berharga, serta penanaman dana dalam bentuk kredit.
Penanaman Dana Kas harus memperhatikan dasar kebutuhan dana rata-rata uang tunai setiap hari.
Tujuan penanaman dana dalam kas:
Untuk kegiatan operasional
Untuk memelihara likuiditas
Untuk menghindari terjadinya over
Untuk memanfaatkan kelebihan dana
Pendapatan
Remise adalah pengiriman uang secara fisik dari satu bank ke bank lain atau dari satu cabang ke cabang lain.
Surat Berharga adalah penanaman uang dalam bentuk surat berharga bersifat sementara dan untuk dijual kembali saat diproyeksikan adanya keuntungan dari surat berharga tersebut.
BANK adalah Lembaga Keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam bentuk lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.
Revisi Manajemen Perbankan
Bank adalah lembaga keuangan yang fungsi utamanya menyediakan jasa intermediasi & jasa keuangan lainnya kepada perusahaan dan rumah tangga, dengan tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik.
Dari definisi tercakup: fungsi & tujuan bank.
Manajemen bank umum adalah proses pengambilan keputusan keuangan pada bank untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Arti penting Manajemen bank umum:
1. Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis antar bank.
2. Mayoritas aset bank adalah aset keuangan, sehingga lebih mudah disalahgunakan
3. Sifat bisnisnya yang mengutamakan kerahasiaan & kepercayaan menuntut bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian
4. Peraturan yang sangat ketat terhadap perban-kan menuntut bank untukkreatif dan inovatif.
Klasifikasi Bank
Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Segi fungsinya
2. Segi kepemilikannya
3. Segi status
4. Segi penentuan harganya.
Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Tujuan Bank
Tujuan Manajemen Bank Komersial adalah memaksimumkan kekayaan pemegang saham.Kekayaan pemegang saham diukur dengan nilai pasar saham & jumlah dividen tunai yang dibayar.
Nilai pasar saham bank bergantung pada tiga faktor:
1. jumlah arus kas yang dibayar kepada para pemegang saham bank
2. penentuan waktu arus kas
3. risiko yang terlibat dalam arus kas.
Fungsi Bank
Fungsi bank komersial, dikelompokkan menjadi tiga macam:
1. Pembayaran adalah penyelesaian transaksi keuangan. Sistem pembayaran juga melibatkan penyelesaian transaksi kartu kredit, perbankan elektronik, transfer kawat & aspek lain dalam pergerakan dana.
2. Intermediasi keuangan adalah mendapatkan dana dari deposan & lainnya.
Sumber Dan Alokasi Dana
- Hasil keputusan sumber dana bank umum dapat dilihat pada sisi pasiva neracanya.
- Mayoritas sumber pembelanjaan bank umum adalah pinjaman jangka pendek, yang dihimpun dari masyarakat.
- Sumber sumber dana bank umum dapat dibagi menjadi tiga:
1. Deposito
2. Pinjaman nondeposito
3. Saham biasa dan laba ditahan
Sumber Pendapatan & Pengeluaran
Pendapatan bank bersumber dari penjualan jasa-jasa, yang digolongkan menjadi jasa-jasa:
1. Perbankan individual: kredit konsumen, kredit hipotek perumbahan, kredit angsuran konsumen, pembiayaan kartu kredit, pembiayaan mobil & kapal, jasa-jasa perantaraan, kredit pen-didikan, dan jasa2 investasi keuangan individu.
2. Perbankan kelembagaan: kredit untuk perusahaan2 non-keuangan, perusahaan2 keuangan, & pihak pemerintah.
REVISI PERBANKAN
Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank,kelembagaan,kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Pokok-pokok Perbankan:
Asas Perbankan
Perbankan Indonesia dalam menjalankan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian".Dalam penjelasannya dikemukakan bahwa demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Fungsi perbankan
1. Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat atau penerima kredit.
2. Bank sebagai penyalur dana kepada masyarakat atau sebagai lembaga pemberi kredit.
3. Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan pembayaran.
Tujuan Perbankan
Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka menigkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Jenis-jenis perbankan
1. Bank Umum, adalah bank yang dapat memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. Bank Perkreditan Rakyat, adalah bank yang menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Bank
Adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.Juga merupakan suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Fungsi bank
1. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.
2. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.
Peranan Bank
1. Agen kepercayaan
2. Agen pembangunan
3. Agen pemerataaan
4. Agen stabilitas
5. Agen kesejahteraan
Sumber Dana Bank:
1. Berasal dari bank itu sendiri : setoran modal dari pemegang saham.
2. Berasal dari masyarakat : giro,tabungan,deposito.
3. Berasal dari lembaga lain : pinjaman antar bank,pinjaman dari bank luar negeri.
Penggolongan Bank:
- Berdasarkan fungsi : bank umum,bank pengkreditan rakyat.
- Berdasarkan kepemilikan : pemerintah daerah,koperasi.
- Berdasarkan bentuk umum : perusahaan daerah,persero.
- Berdasarkan kegiatan usaha : devisa,non devisa.
- Berdasarkan pembayaran jasa : berdasarkan bunga,berdasarkan bagi hasil.
Selasa, 16 Maret 2010
Manajemen Perbankan
Modal bank:
Jumlah dana yang ditanamkan dalam suatu perusahaan oleh para pemiliknya untuk pembentukan suatu badan usaha dan dalam perkembangannya modal tersebut dapat susut karena kerugian ataupun berkembang karena keuntungan-keuntungan yang diperoleh(Teguh Pujo Muljono,1996)
Tujuan:
1. Untuk mengetahui arti penting modal bagi operasional bank dalam hubungannya dengan fungsi modal dalam mencapai profitabilitas
2. Untuk memahami cara perhitungan kecukupan modal bank (CAR/KPMM)*dan penentuan jumlah modal ideal yang harus dipenuhi oleh bank
Fungsi Modal Bank:
1. Melindungi deposan (deposan adalah mereka yang menyimpan dananya di bank berupa giro, tabungan, dan deposito)
2. Menjamin kelangsungan operasional. Dengan modal sendiri bank memulai kegiatan operasi mereka termasuk membangun atau membeli gedung kantor dan peralatan.
3. Memenuhi standar modal minimum. Standar kecukupan modal sering disebut dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) atau KPMM (Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
Modal dibedakan menjadi:(PBI. No:7/13/PBI/2005 Ttg KPMM Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah)
I. Modal inti (tier 1):
1. Modal Disetor
2. Cadangan tambahan modal:
•Faktor Penambah
- Agio Saham
- Modal Sumbangan
- Cadangan Umum
- Cadangan Tujuan
- Laba tn lalu stlh pjk
- Laba th berjalan stlh perkiraan pjk (50%)
- Selisih Lap.keu cbg LN
- Dana setoran modal
•Faktor Pengurang
- Disagio
- Rugi th lalu
- Rugi th berjalan
- Selisih krg lap keu cbg LN
- Penurunan penyertaan portofolio tersedia u dijual
II. Modal Pelengkap (tier 2):
•Selisih penilaian kembali AT
•Cadangan umum dr PPAP setinggi-tingginya1,25% dr ATMR
•odal pinjaman
- Berdasar prinsip qard
- Tdk dijamin o/ bank penerbit &sifatnya = modal &dibyr pnh
- Tidak dpt ditarik atas inisiatif pemilik tanpa persetujuan BI
•Investasi subordinasi max 50% dr modal inti dg criteria:
- Berdasar prinsip mudharabah atau musyarakah
- Ada perjanjian tertulis antara bank dg investor
- Ada persetujuan dr BI
- Tdk dijamin o/ bank ybs dan disetor penuh
- Jk wkt min. 5 tahun
- Pelunasan sblm jatuh tempo hrs ada persetujuan BI
- Jk terjadi likuidasi hak tagih berlaku paling akhir
•Peningkatan nilai penyertaan pd portofolio yg tersedia dijual max 45%
III. Modal Pelengkap Tambahan (tier 3):
•Digunakan u/memperhitungkan resiko pasar
•Investasi subordinasi jk pendek sesuai kriteria BI:
- berdasar prinsip mudharabah atau musyarakah
- disetor penuh
- ada klausula yg mengikat yaitu tdk dpt dilakukan penarikan angsuran pokok, apabila pembayaran tsb menyebabkan KPMM bank tdk terpenuhi
- terdpt perjanjian penempatan investasi subordinasi yg jls+jadwal pelunasannya
- ada perse7an dr BI
•Memperhitungkan risiko psr dg kriteria:
- tdk melebihi 250% dr modal inti yg dialokasi u/risiko psr
- tier 2 dan tier 3 max 100% dr modal inti
•Tier 2 yg tdk digunakan dpt ditambahkan u/ tier 3
•Investasi subordinasi yg melebihi 50% dr modal inti dpt digunakan u/tambahan tier 3
Rasio Kecukupan Modal
Rasio Kecukupan Modal disebut juga CAR= KPMM(Kewajiban Penyediaan Modal Minimum) adalah Rasio minimum yg didasarkan pd perbandingan antara modal dengan aktiva berisiko
Modal (Modal Inti + Modal
Pelengkap – Penyertaan)
CAR/KPMM =____________________
ATMR (Risiko Kredit dan
Risiko Pasar)
ATMR(Aktiva Tertimbang Menurut Resiko)
Adalah Resiko penyaluran dana dan resiko pasar, dalam hal ini resiko nilaitukar.
Misalnya diketahui modal bank sebesar Rp
Dengan mengetahui Rasio Kecukupan Modal (CAR) dapat diketahui berapa modal minimal yang harus dicapai bank apabila Bank Sentral menetapkan standar CAR tertentu dan bank memiliki sejumlah ATMR.
Jika ingin mengetahui berapa modal minimum yang harus dimiliki bank, dengan CAR = 8% (ketentuan minimal) sedang misalnya ATMR sebesar Rp 1.500 milyar, maka dapat dihitung:
Modal Bank (minimal) = ATMR x 8%
= 1.500 x 8%
= 120 milyar
1. Hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan CAR, antara lain sbb:
a. Dasar perhitungan kecukupan modal
Perhitungan didasarkan pada ATMR yang mencakup aktiva dalam neraca maupun aktiva administratif. Terhadap masing-masing aktiva tersebut ditetapkan bobot risiko yang besarnya didasarkan pada kadar risiko yang terkandung dalam aktiva itu sendiri atau bobot risiko yang didasarkan pada kadar golongan nasabah, penjamin, atau sifat barang jaminan
b. Menghitung ATMR
ATMR diperoleh dengan jalan:
- mengalikan nominal masing-masing pos aktiva neraca dan aktivva administratif dengan bobot risiko (lihat tabel perhitungan car)
- menjumlahkan semua nominal hasil perkalian pos aktiva neraca maupun aktiva administratif.
1. Latar Belakang dan Standar CAR
Pada dekade 1980-an terdapat ketimpangan struktur sistem perbankan internasional dengan indikasi:
a. krisis pinjaman negara-negara Amerika Latin telah mengganggu kelancaran arus putaran uamh internasional
b. persaingan”unfair” antara bank-bank Jepang dengan bank Amerika dan Eropa di pasar keuangan internasional. Bank-bank Jepang memberikan pinjaman amat lunak (bunga rendah) karena ketentuan CAR di Jepang amat ringan , yaitu antara 2%-3 %
c. akibat persinagn tersebit, maka situasi pinjaman internasional menjadi terganggu dan turut pula mempengaruhi situasi perdagangan internasional. Hal ini dapat mempengaruhi likuiditas internasional
Berdasar ketiga indikasi tersebut, maka Bank for Internasional Settlements (BIS) menetapkan ketentuan dan perhitungan CAR yang harus diikuti oleh bank-bank di seluruh dunia, sebagai dasar kompetisi yang fair dalam pasar keuangan global. Rasio minimum CAR yang ditentukan oleh BIS adalah sebesar 8%.
3. Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya CAR sebuah bank antara lain:
a. Tingkat kualitas manajemen bank
b. Tingkat likuiditas yang dimilikinya
c. Tingkat kualitas asset
d. Struktur deposito
e. Tingkat kualitas dari sistem dan prosedurnya
f. Tingkat kualitas dan karakter dari pemilik saham
Jumat, 26 Februari 2010
AKUNTANSI PERBANKAN
AKUNTANSI PERBANKAN
. Pengertian Perbankan
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Kasmir, 2002 : 23).
Pengertian yang lebih teknis dapat ditemukan pada Standar Akuntansi Keuangan dan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 792 Tahun 1990. Pengertian bank menurut PSAK No. 31 Tahun 2004 mengenai Akuntansi Perbankan, yaitu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan baik adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak dalam memerlukan dana (IAI, 2004 : 31.1 Paragraf 01).
Bank merupakan sektor yang sangat penting yang berpengaruh dalam dunia usaha. Banyak orang dan organisasi yang memanfaatkan jasa bank untuk menyimpan atau meminjam dana. Oleh karena itu, bank memerankan pernah penting dalam memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter melalui kedekatan hubungannya dengan badan-badan pengatur dan instansi pemerintah. (IAI, 2004 : 31.1 Paragraf 02).
SISTEM AKUNTANSI PERBANKAN
Sasaran Sistem Akuntansi Perbankan :
· sebagai sistem akuntansi manajemen
· sebagai sistem costing
· sebagai sistem pengawasan
· sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter
Dasar-dasar Akuntansi Perbankan :
1) accrual basis di dalam pencatatan biaya
2) cash basis di dalam pencatatan pendapatan
3) dasar rancang bangun akuntansi perbankan
· harus adanya perincian dari assetnya sehingga dapat menggambarkan jumlah dana yang diinvestasikan pada masing-masing aset tersebut
· harus adanya perincian dari hutang-hutangnya yang disusun menurut jatuh waktunya dan tingkat kekekalannya
· dapat menggambarkan Laba/rugi yang diperoleh dari hasil kegiatannya dengan jelas
· harus dapat menyediakan informasi secara periodik mengenai efisiensi dari hasil kegiatan usahanya
· harus ada sistem internal control yang ketat
· harus dapat menyediakan data untuk penguasa moneter
4) dasar-dasar penyusunan rekening stelsel bank
· sebaiknya rekening assets disusun atas dasar tingkat likwiditasnya
· sebaiknya rekening hutang bank disusun atas dasar urutan pemakaiannya atau urutan jatuh waktunya
· sebaiknya rekening modal disusun berurutan atas dasar urutan kekekalannya
· sebaiknya rekening income/expense bank disusun berurutan atas dasar urutan ranking yang paling besar atau berurutan dari tingkat prioritas kegiatan utama dari bank yang bersangkutan
Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI)
PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI)
Sehubungan dengan dilakukannya penyempurnaan oleh Ikatan Akuntan Indonesia terhadap beberapa Standar Akuntansi Keuangan yang saat ini berlaku, maka PAPI yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari PSAK yang relevan untuk industri perbankan juga perlu disesuaikan, termasuk penyesuaian terkait dengan penerbitan PSAK No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang akan berlaku sejak 1 Januari 2010.
PAPI disusun dengan kerjasama antara Bank Indonesia, perbankan, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan PAPI diharapkan dapat terjadi peningkatan transparansi kondisi keuangan bank sehingga laporan keuangan bank menjadi semakin relevan, komprehensif, andal, dan dapat diperbandingkan.
Pemberlakuan PAPI 2008 diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/4/DPNP tanggal 27 Januari 2009 perihal Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. Sebagai petunjuk pelaksanaan dari PSAK maka untuk hal-hal yang tidak diatur dalam PAPI tetap mengacu kepada PSAK yang berlaku.
# Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (Revisi 2008)
# Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia Buku 2
# Tambahan Ilustrasi Dan Penjelasan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia Buku 1
MANAJEMEN PERBANKAN
Satu lagi ilmu yang wajib dikuasai oleh para akademisi, praktisi, serta bankir yang sedang menjajaki untuk mulai menempuh karir dalam dunia perbankan dan ingin merintisnya hingga kepuncak kepemimpinan adalah manajemen perbankan, dimana manajemen perbankan mengajarkan kita untuk mengelola institusi perbankan yang mana wajib dan membutuhkan keseriusan serta fokus serta kerja keras dan smart work dalam implementasinya serta kesabaran dan ketabahan dalam menjalankannya
BANK KONVENSIONAL dan BANK SYARIAH
Apabila anda melihat judul diatas, maka apakah yang ada didalam benak anda?, apabila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada saya dan diminta jawaban cepat tanpa pemikiran panjang dan dalam kaliat yang sederhana, maka yang akan saya katakan adalah bahwa bank konvensional menggunakan sistem modern dan duniawi yang sudah lama dibenahi dan semakin disempurnakan oleh semua pakar ekonomi dan keuangan dunia non muslim dan sebagian besar bank konvensional sudah berakar dan dilakukan oleh semua bangsa amerika dan eropa yang secara mudahnya tidak menggunakan hukum islam, sedangkan bank syariah adalah sistem perbankan dan keuangan dengan menggunakan cara-cara yang islami dan sudah sejak lama dicontohkan pada jaman nabi muhammad sehingga menyebar ke seluruh negara jajahan dan menyebar seperti virus kepada negara-negara khususnya di daratan dunia timur tengah.
Selasa, 19 Januari 2010
Normalisasi Database
NORMALISASI
Definisi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke
dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di
dalam suatu organisasi.
Tujuan dari normalisasi
�� Untuk menghilangkan kerangkapan data
�� Untuk mengurangi kompleksitas
�� Untuk mempermudah pemodifikasian data
Proses Normalisasi
�� Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis
berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
�� Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu,
maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang
lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Normalisasi Hal 2 dari 11 hal
Tahapan Normalisasi
Bentuk Tidak Normal
Menghilangkan perulangan group
Bentuk Normal Pertama (1NF)
Menghilangkan ketergantungan sebagian
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Menghilangkan ketergantungan transitif
Bentuk Normal Ketiga (3NF)
Menghilangkan anomali-anomali hasil dari
ketergantungan fungsional
Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)
Menghilangkan Ketergantungan Multivalue
Bentuk Normal Keempat (4NF)
Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa
Bentuk Normal Kelima
Normalisasi Hal 3 dari 11 hal
Ketergantungan Fungsional
Definisi :
Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional pada
atribut X (R.X ---> R.Y), jika dan hanya jika setiap nilai X pada
relasi R mempunyai tepat satu nilai Y pada R.
Misal, terdapat skema database Pemasok-barang :
Pemasok (No-pem, Na-pem)
Tabel PEMASOK-BARANG
No-pem Na-pem
P01 Baharu
P02 Sinar
P03 Harapan
Ketergantungan fungsional dari tabel PEMASOK-BARANG adalah :
No-pem ---> Na-pem
Ketergantungan Fungsional Penuh
Normalisasi Hal 4 dari 11 hal
Definisi :
Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional penuh
pada atribut X pada relasi R, jika Y tidak tergantung pada
subset dari X ( bila X adalah key gabungan)
Contoh :
KIRIM-BARANG( No-pem, Na-pem, No-bar, Jumlah)
No-pem Na-pem No-bar Jumlah
P01 Baharu B01 1000
P01 Baharu B02 1500
P01 Baharu B03 2000
P02 Sinar B03 1000
P03 Harapan B02 2000
Ketergantungan fungsional :
No-pem --> Na-pem
No-bar, No-pem --> Jumlah (Tergantung penuh thd keynya)
Ketergantungan Transitif
Normalisasi Hal 5 dari 11 hal
Definisi :
Atribut Z pada relasi R dikatakan tergantung transitif pada
atribut X , jika atribut Y tergantung pada atribut X pada relasi
R dan atribut Z tergantung pada atribut Y pada relasi R. (
X Y, Y Z , maka X Z )
Contoh :
No-pem Kode-kota Kota No-bar Jumlah
P01 1 Jakarta B01 1000
P01 1 Jakarta B02 1500
P01 1 Jakarta B03 2000
P02 3 Bandung B03 1000
P03 2 Surabaya B02 2000
Ketergantungan transitif :
No-pem Kode-kota
Kode-kota Kota , maka
No-pem Kota
Bentuk Normal Kesatu (1NF)
Normalisasi Hal 6 dari 11 hal
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal
Kesatu bila setiap data bersifat atomik yaitu setiap irisan
baris dan kolom hanya mempunyai satu nilai data
Tabel KIRIM-1 (Unnormal)
No-pem Kode-kota Kota No-bar Jumlah
P01 1 Jakarta B01 1000
B02 1500
B03 2000
P02 3 Bandung B03 1000
P03 2 Surabaya B02 2000
Tabel KIRIM-2 (1NF)
No-pem Kode-kota Kota No-bar Jumlah
P01 1 Jakarta B01 1000
P01 1 Jakarta B02 1500
P01 1 Jakarta B03 2000
P02 3 Bandung B03 1000
P03 2 Surabaya B02 2000
Diagram Ketergantungan Fungsional
Normalisasi Hal 7 dari 11 hal
Kode-kota
No-pem
Kota
Jumlah
No-bar
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal
Kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal
kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh
terhadap keynya.
Tabel PEMASOK-1 (2NF)
No-pem Kode-kota Kota
P01 1 Jakarta
P02 3 Bandung
P03 2 Surabaya
Bentuk Normal Ketiga (3NF)
Normalisasi Hal 8 dari 11 hal
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga
bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kedua
dan atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap
keynya.
Tabel KIRIM-3 (3NF)
No-pem No-bar Jumlah
P01 B01 1000
P01 B02 1500
P01 B03 2000
P02 B03 1000
P03 B02 2000
Tabel PEMASOK-2 (3NF) Tabel PEMASOK-3 (3NF)
No-pem Kode-kota Kode-kota Kota
P01 1 1 Jakarta
P02 3 2 Surabaya
P03 2 3 Bandung
Normalisasi pada database perkuliahan
Asumsi :
Normalisasi Hal 9 dari 11 hal
�� Seorang mahasiswa dapat mengambil beberapa mata kuliah
�� Satu mata kuliah dapat diambil oleh lebih dari satu mahasiswa
�� Satu mata kuliah hanya diajarkan oleh satu dosen
�� Satu dosen dapat mengajar beberapa mata kuliah
�� Seorang mahasiswa pada mata kuliah tertentu hanya
mempunyai satu nilai
Tabel MAHASISWA-1 ( Unnormal )
No-Mhs Nama
- Mhs
Jurusan Kode-
MK
Nama-MK Kode-Dosen Nama-
Dosen
Nilai
2683 Welli MI MI350 Manajamen DB B104 Ati A
MI465 Analsis Prc. Sistem B317 Dita B
5432 Bakri Ak. MI350 Manajemen DB B104 Ati C
AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia B
MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola A
Tabel MAHASISWA-2 ( 1NF )
No-Mhs Nama-
Mhs
Jurusan Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen Nama-
Dosen
Nilai
2683 Welli MI MI350 Manajamen DB B104 Ati A
2683 Welli MI MI465 Analsis Prc. Sistem B317 Dita B
5432 Bakri Ak. MI350 Manajemen DB B104 Ati C
5432 Bakri Ak. AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia B
5432 Bakri Ak. MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola A
Normalisasi Hal 10 dari 11 hal
Diagram Ketergantungan Fungsional
Nama_Mhs
No-Mhs Jurusan
Nilai
Nama-MK
Kode-MK Kode-Dosen
Nama-Dosen
Tabel KULIAH (2NF)
Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen Nama-Dosen
MI350 Manajamen DB B104 Ati
MI465 Analsis Prc. Sistem B317 Dita
AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia
MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola
Tabel MAHASISWA-3 (3NF)
No-Mhs Nama-Mhs Jurusan
2683 Welli MI
5432 Bakri Ak.
Normalisasi Hal 11 dari 11 hal
Tabel NILAI (3NF)
No-Mhs Kode MK Nilai
2683 MI350 A
2683 MI465 B
5432 MI350 C
5432 AKN201 B
5432 MKT300 A
Tabel MATAKULIAH (3NF)
Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen
MI350 Manajamen DB B104
MI465 Analsis Prc. Sistem B317
AKN201 Akuntansi Keuangan D310
MKT300 DasarPemasaran B212
Tabel DOSEN (3NF)
Kode- Dosen Nama-Dosen
B104 Ati
B317 Dita
B310 Lia
B212 Lola
-001.jpg)